PERENCANAAN USAHA
~ PRINSIP 5W ~ 1H
1.What?(apa?)
maksudnya rencana apa yang ingin kita lakukan:
- Jenis usaha apa yang ingin kita lakukan?
- Apakah bidang usaha yang kita inginkan?
- Apakah bentuk usaha yang kita inginkan?
- Apakah maksud yang ingin/akan kita capai?
- Apakah sasaran yang ingin/akan kita capai?
- Apakah tujuan yang ingin/akan kita capai?
maksudnya rencana apa yang ingin kita lakukan:
- Jenis usaha apa yang ingin kita lakukan?
- Apakah bidang usaha yang kita inginkan?
- Apakah bentuk usaha yang kita inginkan?
- Apakah maksud yang ingin/akan kita capai?
- Apakah sasaran yang ingin/akan kita capai?
- Apakah tujuan yang ingin/akan kita capai?
2. Where? (di mana?)
- Di mana tempat/lokasi usaha yang akan kita dirikan?
- Apakah hanya terfokus satu tempat, dua tempat, ataukah beberapa tempat?
- Apakah kita akan melakukan usaha di tempat real (toko
konvensional) atau online shop?
3. When? (kapan?)
- Kapan operasional usaha tersebut mulai dikerjakan dan sampai kapan berakhirnya?
4. Who? (siapa?)
- Berapa jumlah personil/SDM yang kita butuhkan?
- Dari mana dan bagaimana penjaringan (merekrut) personil-personil tersebut?
- Siapa-siapa orangnya yang menurut kita cocok dan pantas serta dapat diajak kerja sama dalam menjalankan usaha kita nanti?
- Keterampilan apa yang kita perlukan dari personil tersebut?
5. Why? (mengapa?)
- Mengapa jenis usaha tersebut yang kita pilih?
- Mengapa bidang usaha ini yang dipilih?
- Bagaimana prospek masa depan usaha ini?
- Berkaitan dengan nama, mengapa nama tersebut kita pilih? Apakah nama ini sudah cocok, atau mungkin bisa dicari nama lain?
- Mengapa maksud, sasaran, dan tujuan usaha ini sedemikian rupa, apa sudah cocok?
- Mengapa lokasi usaha di daerah pasar/pusat perbelanjaan? Mengapa hanya satu tempat?
- Mengapa operasional usaha ini baru bisa dimulai tahun depan? Kenapa tidak segera saja dimulai?
6. How? (bagaimana?)
Pertanyaan ini menunjukkan cara, metode, teknik, dan prosedur kerja yang akan dikerjakan.
- Usaha yang akan kita kerjakan apakah menggunakan teknik tradisional, modern, atau campuran (semi modern)?
- Usaha yang akan kita kerjakan apakah bersifat padat modal atau padat karya?
Setelah terlaksana perencanaan dengan
prinsip 5W ~ 1H ,coba gabungkan dengan Analisis SWOT atau Analisi POAC
~ ANALISIS S.W.O.T
Penggunaan analisis SWOT akan mampu menganalisis
karakteristik usaha dan lingkungan yang mungkin saja akan sangat berpengaruh
dalam pengambilan kebijakan-kebijakan dalam usaha Anda. Analisis SWOT selain
untuk menganalisis kekuatan dan kelemahan usaha, juga menganalisis kekuatan dan
kelemahan pesaing usaha Anda.
Apa saja SWOT itu? Berikut ini penjelasannya.
Apa saja SWOT itu? Berikut ini penjelasannya.
1. Strength (Kekuatan)
Dengan mengetahui kekuatan, Anda seharusnya mampu meningkatkan lebih baik lagi kekuatan usaha Anda, mungkin saja dengan membuat cirri khas dari usaha anda yang akan membuat usaha Anda dapat dibedakan dengan usaha sejenis yang sudah mulai tumbuh.
Dengan mengetahui kekuatan, Anda seharusnya mampu meningkatkan lebih baik lagi kekuatan usaha Anda, mungkin saja dengan membuat cirri khas dari usaha anda yang akan membuat usaha Anda dapat dibedakan dengan usaha sejenis yang sudah mulai tumbuh.
2. Weakness (Kelemahan)
Faktor ini sebaiknya dianalisis dengan baik dan perlu dipikirkan bagaimana caranya untuk dikurangi atau syukur-syukur bisa diatasi lebih tuntas sehingga posisi usaha Anda aman dari pesaing.
3. Opportunities (Peluang)
Tentu banyak peluang-peluang atau kesempatan yang bisa anda kembangkan dalam usaha anda, baik mengembangkan lebih banyak produk ataupun mengekspansi ke pasar yang lebih luas. Juga mungkin adanya peluang dengan hadirnya teknologi-teknologi yang lebih membuat usaha anda makin maju dari sebelumnya.
4. Threats (Ancaman)
Faktor ini juga perlu Anda perhatikan dalam pengembangan usaha Anda. Salah-salah malah bisa membuat usaha Anda gulung tikar. Seperti adanya inflasi ekonomi, kebijakan ekonomi pemerintah yang berkaitan dengan ekonomi seperti pajak, tarif bea masuk, juga mungkin dengan adanya perubahan selera konsumen yang sudah sangat jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
~ ANALISIS P.O.A.C
Penggunaan prinsip POAC. atau Planning, Organizing,
Actuating, dan Controlling. Prinsip manajemen ini banyak digunakan oleh
organisasi dewasa ini untuk memajukan dan mengelola organisasi mereka. Berikut
akan kami jelaskan masing masing point tersebut :
1. Planning
Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan. Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.
2. Organizing
Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.
3. Actuating
Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
4. Controlling
Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.
1. Planning
Dalam perencanaan ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan. Yaitu harus SMART yaitu Specific artinya perencanaan harus jelas maksud maupun ruang lingkupnya. Tidak terlalu melebar dan terlalu idealis. Measurable artinya program kerja atau rencana harus dapat diukur tingkat keberhasilannya. Achievable artinya dapat dicapai. Jadi bukan anggan-angan. Realistic artinya sesuai dengan kemampuan dan sumber daya yang ada. Tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Tapi tetap ada tantangan. Time artinya ada batas waktu yang jelas. Mingguan, bulanan, triwulan, semesteran atau tahunan. Sehingga mudah dinilai dan dievaluasi.
2. Organizing
Agar tujuan tercapai maka dibutuhkan pengorganisasian. Dalam perusahaan biasanya diwujudkan dalam bentuk bagan organisasi. Yang kemudian dipecah menjadi berbagai jabatan. Pada setiap jabatan biasanya memiliki tugas, tanggung jawab, wewenang dan uraian jabatan (Job Description). Semakin tinggi suatu jabatan biasanya semakin tinggi tugas, tanggung jawab dan wewenangnya. Biasanya juga semakin besar penghasilannya. Dengan pembagian tugas tersebut maka pekerjaan menjadi ringan. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Disinilah salah satu prinsip dari manajemen. Yaitu membagi-bagi tugas sesuai dengan keahliannya masing-masing.
3. Actuating
Perencanaan dan pengorganisasian yang baik kurang berarti bila tidak diikuti dengan pelaksanaan kerja. Untuk itu maka dibutuhkan kerja keras, kerja cerdas dan kerjasama. Semua sumber daya manusia yang ada harus dioptimalkan untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi. Pelaksanaan kerja harus sejalan dengan rencana kerja yang telah disusun. Kecuali memang ada hal-hal khusus sehingga perlu dilakukan penyesuian. Setiap SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi dan peran, keahlian dan kompetensi masing-masing SDM untuk mencapai visi, misi dan program kerja organisasi yang telah ditetapkan.
4. Controlling
Agar pekerjaan berjalan sesuai dengan visi, misi, aturan dan program kerja maka dibutuhkan pengontrolan. Baik dalam bentuk supervisi, pengawasan, inspeksi hingga audit. Kata-kata tersebut memang memiliki makna yang berbeda, tapi yang terpenting adalah bagaimana sejak dini dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan maupun pengorganisasian. Sehingga dengan hal tersebut dapat segera dilakukan koreksi, antisipasi dan penyesuaian-penyesuaian sesuai dengan situasi, kondisi dan perkembangan zaman.
·
See
more at: http://www.hidayatjayagiri.net/2012/10/analisis-swot-dalam-berwirausaha.html#sthash.oJAkp06q.dpuf
·
http://raklali.blogspot.com/2011/12/i.html